Analisis Rasio Aktivitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Pt Adaro Minerals Indonesia Tbk
DOI:
https://doi.org/10.57093/metansi.v8i2.394Keywords:
perputaran aktiva tetap, perputaran modal kerja, perputaran total aktiva, rasio aktivitasAbstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kinerja keuangan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk dengan menggunakan analisis rasio aktivitas sebagai alat utama untuk menilai efisiensi pengelolaan aset dalam operasional perusahaan. Rasio aktivitas berfungsi sebagai indikator penting dalam mengevaluasi seberapa efektif perusahaan memanfaatkan asetnya dalam jangka waktu tertentu. Studi ini memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk tahun 2022 dan 2023, dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan perbandingan antar periode. Rasio aktivitas yang dianalisis meliputi perputaran total aktiva, modal kerja, aktiva tetap, persediaan, dan piutang. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan pada mayoritas rasio di tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Secara rinci, perputaran total aktiva turun dari 0,71 menjadi 0,64 kali, perputaran modal kerja berkurang dari 1,60 menjadi 1,05 kali, dan perputaran aktiva tetap menurun dari 1,42 menjadi 1,34 kali. Sebaliknya, perputaran persediaan mengalami kenaikan dari 5,14 menjadi 6,43 kali, sementara perputaran piutang menurun secara signifikan dari 14,15 menjadi 5,95 kali. Keseluruhan rasio aktivitas tersebut masih berada di bawah standar rata-rata industri, yang menandakan bahwa pemanfaatan aset perusahaan belum optimal. Penurunan ini menunjukkan perlunya perbaikan strategi dalam pengelolaan aset, terutama piutang dan modal kerja, guna meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Temuan ini dapat menjadi acuan penting bagi manajemen dan investor dalam mengambil keputusan strategis demi memperkuat daya saing perusahaan di pasar.