Green Accounting Dan Implikasinya Terhadap Kinerja Perusahaan Di Sektor Industri Manufaktur
DOI:
https://doi.org/10.57093/metansi.v8i1.446Keywords:
Green Accounting, Kinerja Perusahaan, Industri Manufaktur, Lingkungan, KeberlanjutanAbstract
Green accounting merupakan pendekatan akuntansi yang memperhitungkan aspek lingkungan ke dalam sistem akuntansi perusahaan, khususnya terkait biaya, aset, maupun kewajiban yang berhubungan dengan dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penerapan green accounting terhadap kinerja perusahaan, khususnya di sektor industri manufaktur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data diperoleh melalui wawancara, kajian jurnal, laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan green accounting memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Selain itu, penerapan green accounting juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan, menarik investor, dan menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Namun, penelitian juga menemukan bahwa tantangan penerapan green accounting di sektor manufaktur masih cukup besar, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya regulasi yang tegas, serta resistensi internal perusahaan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan komitmen manajemen dalam menerapkan green accounting secara konsisten, dukungan kebijakan pemerintah, serta penguatan kesadaran lingkungan di kalangan stakeholders. Dengan demikian, green accounting tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pelaporan, melainkan juga sebagai strategi keberlanjutan yang dapat mendorong kinerja perusahaan dalam jangka panjang