Overclaim Iklan Dan Kinerja Produk: Peran BPKN Dalam Pengawasan Perlindungan Konsumen
DOI:
https://doi.org/10.57093/metansi.v9i1.520Kata Kunci:
asimetri informasi; misleading advertising; overclaim; perlindungan konsumen; pengawasan pasarAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena diskrepansi antara klaim iklan (overclaim) dan kinerja produk dalam perspektif perlindungan konsumen di era ekonomi digital. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya praktik pemasaran yang agresif yang berpotensi menyesatkan konsumen serta menciptakan kesenjangan antara ekspektasi dan realitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak overclaim terhadap perilaku konsumen serta mengkaji peran Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dalam memperkuat pengawasan pasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis tematik terhadap berbagai publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overclaim dan misleading advertising berdampak pada kerugian ekonomi, penurunan kepercayaan konsumen, serta distorsi pasar akibat asimetri informasi. Selain itu, pengawasan yang belum optimal menjadi faktor utama maraknya praktik tersebut. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan peran BPKN dan kapasitas kelembagaan menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas perlindungan konsumen. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya inovasi sistem pengawasan berbasis teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi antar lembaga guna menciptakan sistem perlindungan konsumen yang adaptif dan responsif.